Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update Ledakan Bom Sisa Perang di Biak, SAR dan Gegana Temukan 32 Potongan Tubuh
Advertisement . Scroll to see content

Wakapolda Papua Ingatkan Kerusuhan Wamena-Jayapura Jadi Pelajaran Penting bagi Polri

Selasa, 08 Oktober 2019 - 19:30:00 WIB
Wakapolda Papua Ingatkan Kerusuhan Wamena-Jayapura Jadi Pelajaran Penting bagi Polri
Wakapolda Papua Brigjen Pol Yacobus Marjuki. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Jajaran Polda Papua juga terus melakukan operasi memburu pelaku kerusuhan Wamena, Papua. Hingga kini, polisi sudah menangkap 13 tersangka pemicu kerusuhan di Wamena. Polri masih mengejar tiga pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Siapa pun pelaku kerusuhan akan dikejar. Semua masyarakat mendukung kita. Berilah kesempatan kepada kepolisian untuk memproses perusuh-perusuh itu, jangan sampai nila setitik lalu merusak susu sebelanga. Bagi yang merasa tidak bersalah, silakan menempuh jalur hukum,” katanya.

Sementara politikus Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily berpendapat, pendekatan yang dilakukan kepolisian dalam mengamankan wilayah-wilayah di Papua sudah tepat.

“Selain mengejar pelaku kerusuhan dan menjaga objek-objek vital, pendekatan dialog secara intensif kepada masyarakat agar mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, juga tak kalah penting,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Menurut dia, bicara tentang Papua, maka dialog yang dilakukan tak hanya dengan tokoh-tokoh politik, tapi harus melibatkan orang-orang Papua dan rakyat Papua dengan para kepala sukunya. Pada intinya, dengan perhatian besar yang sudah diberikan pemerintah dalam membangun Papua, termasuk melalui dana otonomi khusus, Papua tidak ingin pecah dari NKRI.

“Peristiwa yang belakangan terjadi di Wamena harus jadi pelajaran bahwa menyelesaikan masalah Papua bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih bermartabat,” katanya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut