Terabas Hutan, Yonif 755/Kostrad Sambangi Kampung Terpencil di Papua
“Bersama kita melaksanakan anjangsana kesana (Kampung Nggolar). Termasuk dengan beberapa anggota Persit (Persatuan Istri Prajurit), melewati jalan berlumpur, rawa, dan medan yang cukup berat, sekitar 8 km dari pusat kota,” ucapnya.
Setelah menempuh enam jam perjalanan, akhirnya rombongan tiba di kampung yang memiliki jumlah penduduk sekitar 92 kepala keluarga dan 224 jiwa tersebut.
"Saat mendengar informasi tentang warga ini, hati kita semua tergerak. Apalagi setalah tiba di sini, kondisi warga sangat memprihatinkan, tanpa listrik, pendidikan yang minim, jauh dari pelayanan kesehatan, bahkan untuk mendapatkan air bersih mereka harus berjalan kaki berkilo-kilo membelah hutan,” ujar Agus Rediyanto.
Selain untuk anjangsana dan bersilturahmi, kata dia, kegiatan itu juga untuk pengobatan gratis kepada masyarakat dan pemberian paket sembako. “Dari pertemuan ini, kita ingin menjadi bagian warga baik dalam suka maupun duka,” ucapnya.
Tokoh masyarakat Kampung Nggolar, Soter Nauce mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya atas kunjungan dari rombongan Yonif 755/Yalet/20/3/Kostrad.
"Kami sangat berterima kasih dan merasa senang atas kunjungan anggota TNI dari Kostrad yang bertemu meski harus menembus hutan, lumpur dan rawa. Kami semua di sini akan selalu mengingat kebaikan jasa dari bapak bapak TNI Kostrad sekalian, dan TNI akan selalu dihati kami,” ungkapnya.
Editor: Kastolani Marzuki