Sumbang 44 Kasus Covid-19 Mimika, Klaster Portsite Amamapare Jadi Perhatian Pemerintah
Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, pada 28 Agustus dilaporkan sebanyak 17 kasus baru positif Covid-19 di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare. Selanjutnya pada 1 September, kasus di kawasan itu naik signifikan hingga 33 kasus dan hingga Kami (3/9/2020) telah mencapai 44 kasus.
Lonjakan kasus positif Covid-19 di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare itu menjadikan wilayah Distrik Mimika Timur Jauh, terutama Kampung Amamapare yang kini menjadi salah satu kawasan zona merah penularan Covid-19 di Mimika. Klaster ini menjadi perhatian serius, tidak saja oleh pihak PT Freeport Indonesia, tetapi juga oleh pemkab setempat.
Selain Distrik Mimika Timur Jauh (Kampung Amamapare), tiga distrik (kecamatan) lain yang juga menjadi kawasan zona merah penularan Covid-19 di Mimika yaitu Distrik Mimika Baru, Tembagapura dan Wania. Sementara Distrik Kuala Kencana kini ditetapkan sebagai zona kuning dan 13 distrik lainnya masih berstatus zona hijau.
Reynold berharap temuan kasus Covid-19 di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare itu tidak sampai kepada masyarakat yang bermukim di sekitar itu. Sebab, jaraknya cukup dekat dengan Pulau Karaka yang merupakan tempat tinggal masyarakat lokal Suku Kamoro.
"Kemungkinan seperti itu tidak ada karena kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare itu kan area terbatas yang tidak bisa dimasuki oleh orang lain, terkecuali karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktor dan pihak manajemen perusahaan. Yang jelas di sana sudah ada langkah-langkah penanganan oleh pihak perusahaan," ujarnya.
Dia menambahkan, secara kumulatif jumlah kasus Covid-19 di Mimika sejak 25 Maret hingga saat ini sudah mencapai 806 kasus. Sebanyak 130 kasus di antaranya kini masih menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit di Mimika. Sementara jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Mimika kini sudah mencapai 665 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak tujuh orang.
Editor: Maria Christina