Soal Rencana Demo Mahasiswa Papua di Hari HAM Sedunia, Ini Respons Keras Tokoh Adat
Menurutnya, peringatan Hari HAM sebagai pengingat manusia sejatinya sama diciptakan Tuhan. mua manusia didunia ini.
"Kalau kita berbicara HAM, tidak boleh berbicara secara sepotong-sepotong. Kita harus berbicara secara utuh, entah cacat atau normal fisik manusia itu, namun semua manusia punya HAM. Ingat itu, jadi tidak boleh dan tidak benar jika HAM hanya milik suku tertentu atau kelompok tertentu," ucapnya.
Herman juga tegas meminta semua pihak yang masih mengungkit-ungkit persoalan lalu untuk tidak lagi melakukan lagi. Apalagi bagi orang-orang yang tidak mengetahui persis persoalan masa lalu, khususnya antara tahun 60-an.
"Selalu ada bahasa negara pelanggar HAM atas permasalahan masa lalu di Papua. Saya mau Ingatkan lagi kepada para aktivis HAM, khususnya oknum-oknum di Papua yang mengatasnamakan aktivitas HAM," ujarnya.
"Apakah permasalahan masa lalu kalian tahu. Apa yang telah dilakukan orang tua kita dahulu, sudah kita nikmati sekarang. Bapak saya pejuang yang kibarkan Merah Putih di Kampung Harapan Sentani dulu disebut Kampung Nica itu. Hasilnya sekarang, perjuangan pendahulu kita bisa nikmati kemerdekaan," katanya lagi.