Sejarah, Mayjen TNI Joppye Jadi Putra Papua Pertama Raih Bintang 3
“Beliau sudah malang melintang melakukan penungasan di sejumlah daerah di Indonesia. Karier cemerlangnya dimulai saat menjabat Danyonif 401/Banteng Raider yang merupakan pasukan pemukul Kodam IV/Diponegoro pada 2001-2003,” ucap Nefra.

Setelah memimpin pasukan tempur, suami dari Istriyani Wayangkau tersebut dipercaya memimpin Satuan Komando Kewilayahan di lingkungan Kodam IV/Diponegoro.
Pada 2003-2007, Joppye didapuk sebagai Dandim 0736/Batang, kemudian menjadi Danbrigrif 24/Bulungan Cakti di Kodam VI/Mulawarman selama dua tahun dari 2009-2011.
Setelah sekian lama berdinas luar Papua, pada periode 2012-2014, Joppye pulang kampung ke tanah kelahirannya, Papua, sebagai Asops Kasdam XVII/Cen, Danrem 172/PVY serta Irdam XVII/Cen.
“Kemudian beliau kembali lagi Jawa, tepatnya di Bandung, menjadi Wadanpussenif Kodiklat TNI AD (2014 - 2015) dan setahun berikutnya menjadi Kasdam V/Brawijaya di Jawa Timur, sebelum menjadi Staf Ahli Tingkat III Bidang Sosbud HAM Panglima TNI pada 2016,” ujar Nefra.