Petani Kopi 2 Kabupaten di Papua Terima Bantuan Mesin dari Pemerintah Kerajaan Inggris
Menurtnya, selama ini yang menjadi kendala bagi petani kopi yakni kesulitan dalam memasarkan hasil produksi.
"Kami bantu dari hulu sampai hilir. Jadi kami mau bantu supaya di hulu oke. Jadi petani sudah tahu cara merawat kopi, cara petik, pascapanen dan lain-lain. Kami juga melihat pembelinya, terus pengepul siapa. Jadi kami sambung (menghubungkan) supaya semua berjalan," katanya.
Ia memastikan pihaknya akan mengevaluasi program tersebut. Caranya dengan mengumpulkan petani serta mencari tahu kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan kopi, termasuk hasil yang diperoleh.
"Tujuan kegiatan ini juga kami mau membantu masyarakat, karena di luar ASN, mereka mau kerja sebagai apa? Karena kalau jual sayur itu tidak cukup, karena kami mau bantu supaya masyarakat berdikari secara ekonomi," katanya.
Program ekonomi hijau ini sudah berjalan di beberapa tempat di Provinsi Papua dan Papua Barat dengan komoditas tertentu seperti kakao, sagu, pala serta rumput laut. Khusus di wilayah pegunungan tengah Papua difokuskan pada kopi karena unggul di beberapa kabupaten seperti Jayawijaya dan Lanny Jaya.
Berdasarkan data yang diterima, melalui program ini telah didistribusikan 30 mesin pulper, tiga huller, tiga mesin potong rumput, 50 rumah jemur kopi, enam ayakan tangan, 135 gunting pangkas, 135 gergaji pangkas dan tujuh paranet.
Editor: Umaya Khusniah