Pembangunan Kabupaten Puncak Tidak Maksimal Akibat Pandemi Covid-19 dan Keamanan yang Tak Kondusif
TIMIKA, iNews.id - Berbagai program pembangunan fisik yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak, belum bisa terlaksana dengan maksimal. Hal itu karena kondisi keamanan Kabupaten Puncak yang sejak dua tahun terakhir (2020-2021) tidak begitu kondusif, serta melandanya pandemi Covid-19 hingga saat ini.
Kedua faktor ini menyebabkan para kontraktor sulit untuk melaksanakan kegiatan fisik di lapangan karena berbagai ancaman kemanan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Puncak Willem Wandik saat menjawab berbagai masukan dari angota dewan terkait dengan proses pembangunan di Kabupaten Puncak.
“Kita bisa saja membuat program-program yang tinggi, besar, banyak, jika tidak dibarengi dengan kondisi keamanan yang kondusif, program tidak akan jalan, pihak ketiga merasa takut untuk kerja di Lapangan,” ujarnya saat membuka rapat paripurna pertama Upacara Pembukaan Sidang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Puncak 2021, Selasa (28/9/2021).
Menurutnya, daerah Puncak membutuhkan pembangunan infratruktur yang banyak, karena baru dimekarkan. Belum lagi, kabupaten ini berada di daerah tersulit dan terpencil. “Kami sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi melalui dana Otsus, untuk pembangunan jalan jembatan, dan lapangan terbang. Namun, jika keamanan tidak kondusif, maka kita tidak bisa buat apa-apa,” katanya.
Dia mengimbau para inteletual dan politikus, maupun masyarakat Puncak untuk bersama-sama memberikan jaminan keamanan di kabupaten ini, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan maksimal.