Pakaian Adat Papua, Simak Ciri Khas dan Keunikannya
Saat sedang beraktivitas sehari-hari, koteka yang digunakan cenderung menggunakan koteka pendek, agar pengguna leluasa dalam melakukan pekerjaan. Sedangkan, untuk koteka panjang digunakan dalam acara formal seperti acara adat ataupun acara kebudayaan lainnya.
Penggunaan koteka mulai dibatasi sejak 1964 dengan adanya kampanye anti koteka dan melarang masyarakat menggunakan koteka di tempat umum, demi keselamatan dan keamanan warga. Namun, penggunaan koteka masih banyak di wilayah pegunungan karena kurangnya edukasi tentang sandang serta mempertahankan adat yang mereka teguh.
Pakaian adat ini untuk perempuan berupa atasan yang terbuat dari kain beludru. Baju tersebut biasanya digunakan oleh perempuan Papua saat melakukan acara adat dan ada beberapa perempuan yang menggunakan baju kurung saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Baju ini biasanya dipadu padankan menggunakan rok rumbai. Pemakaian baju burung biasanya ramai dengan aksesoris yang dikenakan di lengan, yakni gelang dan kalung terbuat dari batu serta tulang.
Selain itu, untuk mempercantik diri , para perempuan juga menggunakan tutup kepala yang terbuat dari bulu burung kasuari, sehingga menambah warna dan mampu menciptakan kesan elegan pada pemakainya.