Namun hingga akhir Mei 2019, tak ada helikopter yang datang menjemput. Sementara persediaan bahan makanan berupa beras, minyak goreng yang dibawanya telah lama habis. Demikian pula stok obat-obatan. Semua telah habis terpakai.
Ketika teman sesama perawat memutuskan turun ke Kota Wasior dengan berjalan kaki, Patra memilih tetap bertahan. Dia terus memberi pelayanan medis dengan kondisi apa adanya. Untuk mengisi hari, dia selalu berinteraksi dengan warga setempat. Berkunjung ke rumah warga dan bermain bersama pemuda setempat hingga ikut berkebun.
"Tiap sore dia pergi dengan anak-anak menyanyi-menyanyi," kata seorang warga Oya yang dikisahkan Kepala Puskesmas Naikere Tomas Waropen.
Atas kematiannya, Pemkab Teluk Wondama menganugerahkan pangkat anumerta dengan kenaikan satu tingkat lebih tinggi kepada mendiang Mantri Patra Kevin Marinnha Jauhari.
Penghargaan tersebut disampaikan oleh Bupati Bernadus Imburi pada acara pelepasan Patra dari Pemda Teluk Wondama ke pihak keluarga di gedung Sasar Wondama Manggurai, Wasior, Senin (24/6/2019).