WASIOR, iNews.id – Mantri Patra, begitu bungsu dari empat bersaudara asal Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, biasa disapa. Dia meninggal saat menjalankan tugas memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Pedalaman Wondama, tepatnya di Kampung Oya, Distrik Naikere, sebuah desa terpencil dan terisolasi tanpa akses darat apalagi sarana komunikasi.
Pemuda 31 tahun itu menghembuskan napas terakhir pada 18 Juni silam. Dia wafat karena sakit. Namun jenazahnya baru dievakuasi 22 Juni atau 4 hari pascameninggal. Hal ini lantaran Letak Kampung Oya yang hanya bisa dijangkau dengan helikopter atau berjalan kaki selama berhari-hari sehingga membuat evakuasi terhambat.
Pemda Diduga Abai, Perawat PNS di Papua Barat Meninggal karena Sakit
Kematian Mantri Patra yang terbilang tragis menjadi keprihatinan banyak pihak. Dia menambah daftar panjang petugas kesehatan yang gugur dalam misi kemanusiaan di pedalaman Papua. Dia meninggal dalam kesendirian, tanpa ada keluarga, teman maupun kerabat yang mendampingi.
Kepala Puskesmas Naikere Tomas Waropen mengatakan, nyawa Patra mungkin dapat tertolong jika pihak dinas kesehatan maupun instansi terkait cepat merespons laporannya. Di mana ketika itu, dia sudah meminta bantuan evakuasi untuk mengirim helikopter saat kesehatan Patra memburuk.
"Kami sudah rapat sampai tiga kali dengan Dinas Kesehatan, Kesra dan Pak Sekda. Tapi tetap tidak ada jalan. Sampai akhimya dia sudah meninggal baru helikopter bisa naik," ujar Waropen, Minggu (23/6/2019).