Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Anggota OSIS SMP di Makassar Dikeroyok Teman Sekolah, Orang Tua Tempuh Proses Hukum
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Pengeroyokan Guru di Jayapura, Korban Dipalak Tak Punya Uang

Rabu, 23 September 2020 - 10:40:00 WIB
Kronologi Pengeroyokan Guru di Jayapura, Korban Dipalak Tak Punya Uang
PWNU Papua datangi Polres Jayapura terkait pengeroyokan guru di Sentani. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

SENTANI, iNews.id - Kasus pengeroyokan guru SD dan Ibtidaiyah Yayasan Pondok Karya Pembangunan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, terungkap. Insiden ini berawal dari pemalakan terhadap korban.

Ketua PWNU Papua, Toni VM Wanggai mengatakan, sudah berkoordinasi dengan polisi dan menjenguk korban, Mujiono (34). Kasus ini sudah ditangani petugas, namun satu orang masih dalam pengejaran.

"Polres Jayapura sudah mengamankan dua orang tersangka, yang mana salah satu tersangka menyerahkan diri," ujar dia.

Insiden ini berawal saat para tersangka berinisial VM, RK dan IE memalak korban. Namun karena korban tidak mempunyai uang kemudian para tersangka mengeroyok korban hingga melakukan penganiayaan.

Ketiga pelaku diduga dalam kondisi mabuk, sehingga melakukan aksi nekat tersebut. Dia mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

"Pelaku RK menyerahkan diri, lalu polisi menangkap VM. Saat ini masih ada satu lagi pelaku berinisial IE yang dalam pengejaran polisi," ujar dia.

Sebelumnya Kapolres Jayapura, AKBP Victor Mackbon mengatakan, kasus ini murni kriminal. Para pelaku dalam kondisi mabuk saat mengadang korban Mujiono, lalu memalak guru tersebut.

"Saat itu korban hendak pulang ke rumah, lalu diadang tiga pelaku," ujar dia.

Sebelumnya guru SD di Yayasan Pondok Karya Pembangunan Sentani babak belur dikeroyok tiga pemuda yang sedang mabuk. Kondisi korban saat ini sudah membaik usai dalam penanganan medis.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut