Kisah Jenderal Kopassus Menangis Kehilangan 11 Pasukan Terbaiknya karena Ledakan Bom
"Saya pergi karena saya agak marah kenapa ini belum diselesaikan. Saya tinggalkan. Tahu-tahu udah terjadi ledakan. Udah pada kena semua tim itu. Kita mengadakan penolongan, ambulans dan segala macam," katanya.
Sintong juga aktif mengevakuasi prajuritnya. Dia bahkan tidak menyadari perutnya robek dan mengeluarkan banyak darah. Ketika itu, dia langsung ditegur Edy Sudrajat.
"Saya juga waktu itu aktif sekali ikut ngangkatin mereka. Nah, waktu itu datanglah Pak Edy Sudrajat (KSAD ke-16). Waktu saya ikut nangkap, ditangkap saya. Kau masuk ke ambulans, dia bilang sama saya. Loh ada apa pak saya disuruh ke ambulans. Lihat dulu perutmu itu. Saya lihat, lho kok itu pada ada darah banyak. Di rumah pun, Pak Sintong kena, Pak Sintong kena," kata Sintong.
Namun, Sintong selamat meski terkena ledakan. Dia merasa beruntung dan selamat karena pakaian dinas lengkap (PDL) dan kopelrim yang dikenakannya.
"Untunglah bahwa saya waktu itu pakai PDL, jadi pakai kopelrim. Kopelrim itu kan ada besinya di situ, kena masuk besinya itu, kena di perut saya, hanya merobek sebagian, tapi tidak kena masuk ke dalam semuanya. Hanya, darahnya yang banyak," katanya.