Kisah Jenderal Kopassus Menangis Kehilangan 11 Pasukan Terbaiknya karena Ledakan Bom
"Karena begitu beratnya latihan itu, kita sudah kehilangan 11 orang yang gugur dalam latihan antiteror itu, 11 orang. Orang-orang terbaiknya di situ dulu 11 orang. Jadi kita nangis, termasuk ajudan saya namanya Miskar," kata Sintong, dikutip iNews.id.
Mantan Panglima Komando Operasi Militer Kolakops/Koopskam/Teritorial TNI di Timor Timur ini lebih lanjut menceritakan, saat kejadian, pasukannya latihan demolisi di Kopasssus. Mereka menggelar demonstrasi yang akan ditinjau Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), saat itu dijabat Jenderal TNI (Purn) Makmun Murod.
Setelah pasukannya melakukan persiapan penembakan, Sintong kemudian memeriksa sekeliling daerah yang akan ditinjau KSAD. Dia harus memastikan anak buahnya melakukan persiapan matang agar KSAD aman saat melakukan peninjauan dari atas, jangan sampai terkena ledakan.
"KSAD akan meninjau dari atas, supaya mereka aman kalau terjadi apa-apa, jangan kena mereka," ujar Sintong yang saat ini berusia 81 tahun.
Sintong pun kecewa karena ternyata menilai persiapan belum matang. Masih banyak alang-alang belum dipotong. Setelah itu, dia pergi meninggalkan lokasi dengan perasaan marah karena pekerjaan belum diselesaikan. Tiba-tiba, terjadi ledakan di area latihan yang mengenai timnya.