Kisah Jenderal Kopassus Menangis Kehilangan 11 Pasukan Terbaiknya karena Ledakan Bom
JAKARTA, iNews.id - Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letnan Jenderal TNI (Purn) Sintong Panjaitan punya kisah tidak terlupakan sepanjang kariernya. Dia pernah nyaris kehilangan nyawa dan kehilangan 11 pasukan terbaik akibat terkena ledakan bom.
Kisah ini diungkapkan Sintong Panjaitan dalam podcast di akun YouTube Puspen TNI. Insiden ledakan terjadi ketika Lulusan Akademi Militer Nasional tahun 1963 tersebut masih berpangkat letnan kolonel dan menjabat sebagai Komandan Satuan Anti Teror (SAT-81).
Satuan itu dibentuk untuk menanggulangi terorisme yang selanjutnya menjadi embrio pembentukan Satuan Detasemen 81 (Den 81). Satuan 81 Kopassus atau dulunya lebih dikenal sebagai SAT-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan grup dan merupakan prajurit terbaik dari seluruh prajurit TNI, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur.
Sintong mengatakan, latihan yang diikutinya bersama para prajurit pilihan itu tergolong sangat berat. Sebanyak 11 personel gugur akibat ledakan bom dalam latihan untuk persiapan operasi itu.
Dirinya sampai menangis karena tidak menyangka insiden itu terjadi. Apalagi, salah satu korban ledakan ajudannya bernama Miskar. Bahkan, suara Sintong juga masih bergetar menahan tangis ketika menceritakan kejadian itu.