Kisah AKP Makruf, Polisi asal Magelang yang Sudah 28 tahun Mengabdi di Perbatasan RI-PNG
Kawasan itu berubah dan menjadi lokasi wisata bagi warga Merauke sekitarnya termasuk dari luar kota. Sekitar 500 meter dari tugu perbatasan terdapat rumah AKP Makruf Soeroso dan keluarganya tinggal hingga kini.
"Saya hampir lupa bila sudah 28 tahun bertugas di Sota karena awal tugas sejak tahun 1993 lalu saat berpangkat sersan satu saat itu atau brigadir satu (briptu), dan sempat pindah ke Polres Merauke. Tapi, cuma setahun dan kembali lagi ke Sota setelah masyarakat minta kembali bertugas di Polsek Sota," katanya.
Dia mengakui, selama bertugas di tapal batas RI-PNG, dirinya banyak mendapat dukungan dari warga masyarakat, khususnya Suku Kanum yang mendiami Sota. Mereka berharap dia dapat terus bertugas di wilayah itu hingga purnatugas sebagai anggota Polri. Sebab, walaupun dirinya lahir di Magelang, sejak berusia tiga tahun sudah dibawa ke Nabire hingga menamatkan SMA dan mendaftar menjadi anggota Polri.
"Saya bukan lagi orang Jawa karena sudah merasa menjadi orang Papua dan tidak ada keinginan menghabiskan masa tua nantinya di Jawa," kata suami dari Titi Handayani.
Marthen Ndiken, kepala Suku Kanum yang mendiami wilayah Sota menyatakan, bersyukur atas kehadiran AKP Makruf Soeroso. Melalui upaya yang dilakukannya, Sota tidak saja dikenal karena adanya tugu tapal batas, tetapi juga menjadi tempat wisata.