Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Aiptu Naufal, Penerima Pin Emas Kapolri yang Kini Layani Pasien Covid-19

Kamis, 20 Agustus 2020 - 15:33:00 WIB
Kisah Aiptu Naufal, Penerima Pin Emas Kapolri yang Kini Layani Pasien Covid-19
Aiptu Muhammad Naufal Saefudin (kanan) berpose bersama rekan kerjanya. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Kisah lainnya tak kalah mengoyak nurani suami dari Nuraeni Yuliana Rapar. Kala itu, dia akan menjemput salah satu pasien atau warga Distrik Jayapura Selatan, yang sedang bertamu di keluarganya di salah satu kawasan perumahan di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Warga ini dinyatakan reaktif setelah mengikuti tes cepat. Karena itu, warga harus diisolasi mandiri di salah satu hotel ternama di Kota Jayapura yang telah ditunjuk oleh Gugus Tugas Covid-19. Ketika warga melihat petugas yang datang dengan pakaian lengkap atau alat pelindung diri (APD) guna penanganan pasien corona, sempat terjadi keributan.

Aiptu Muhammad Naufal Saefudin (berpakaian APD) saat memberikan pemahaman kepada warga tentang pencegahan dan penanganan pasien Covid-19 di salah satu kawasan perumahan di Kota Jayapura, Papua. (Foto: Istimewa)
Aiptu Muhammad Naufal Saefudin (berpakaian APD) saat memberikan pemahaman kepada warga tentang pencegahan dan penanganan pasien Covid-19 di salah satu kawasan perumahan di Kota Jayapura, Papua. (Foto: Istimewa)

Aiptu Naufal sempat mengira akan ada perlawanan terhadap Tim URC. Namun, hal yang terjadi justru sebaliknya. Warga sekitar mengecam pasien tersebut dengan kata atau kalimat yang kurang pantas di hadapan tim dan disaksikan sejumlah sanak keluarga.

“Kami melihat bahwa amarah warga seperti sanksi sosial yang diberikan kepada pasien corona, padahal siapa saja bisa terjangkit virus ini. Pasien itu sebenarnya tidak tahu kalau dia terjangkit, tapi mau bagaimana kami sebagai petugas harus menjemputnya sesuai protap agar penyebaran virus tidak meluas,” katanya.

Hal yang tak kalah sedih lainnya, ketika hendak pulang ke rumah usai melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut. Perasaan khawatir terus menghantui jika dirinya menjadi pembawa virus bagi keluarga yang menanti dengan cemas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut