Kecam Persekusi Mahasiswa Papua di Jawa, Gubernur Lukas: Kami Punya Harga Diri
“Pemerintah menghargai langkah hukum yang dilakukan aparat keamanan sepanjang dilakukan secara profesional, proposional dan berkeadilan,” kata Gubernur.
Dalam hal ini, lanjut Gubernur, aparat keamanan diharapkan tidak melakukan pembiaran terhadap tindakan persekusi, main hakim sendiri oleh kelompok maupun individu yang dapat melukai hati masyarakat Papua. “Hindari adanya tindakan menggaggu represif yang dapat menimbulkan korban jiwa, kegaduhan politik dan rasa nasionalisme anak bangsa,” kata Gubernur.
Gubernur berharap atas insiden tersebut untuk tidak direspons berlebihan tanpa adanya tindakan bertentangan dengan norma, adat dan budaya. “Kami harap masyarakat Papua yang ada di Papua khususnya dan di seluruh Indonesia umumnya untuk merespons kejadian ini secara wajar tanpa diikuti dengan tindakan-tindakan yang bertentangan baik secara norma adat maupun tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” kata Gubernur.
Kepada masyakat non-Papua, Gubernur juga berharap untuk tetap menjaga harmonisasi dan tidak melakukan tindakan inkonstitusional seperti pesekusi, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, bertindak rasis, intoleran dan diskriminatif yang melukai hati masyarakat Papua.
“Kita sudah 74 tahun merdeka seharusnya tindakan-tindakan intoleran, rasis dan distriminatif tidak ada lagi di negara ini,” kata Gubernur.