“Bila ada berita-berita yang meresahkan jangan langsung percaya,” ujar Irjen Pol Waterpauw yang pernah menjabat kapolda di tiga provinsi yakni Papua Barat, Papua, dan Sumatera Utara (Sumut).
Dia juga mengatakan, saat ini kondisi di Wamena mulai kondusif dan aktivitas masyarakat mulai pulih. Secara perlahan perekonomian di Wamena mulai berangsur normal. “Masyarakat pun mulai membersihkan puing-puing bekas kebakaran,” ujar Irjen Pol Waterpauw.
Diketahui, kerusuhan di Wamena pada Senin (23/9/2019) menewaskan 32 orang serta 72 orang lainnya luka-luka. Selain itu, ratusan rumah, ruko dan kantor pemerintah dibakar serta dirusak pendemo.
Direktur Eksekutif Freedom Institute, Rizal Mallarangeng meyakini, warga pendatang yang sudah lama menetap di Wamena akan kembali menyusul kondisi di Kota Wamena yang semakin kondusif pascakerusuhan 22 September 2019 lalu.
“Saya yakin, warga pendatang yang sudah lama tinggal di Wamena, dan sudah menjadi warga lokal akan kembali ke Wamena. Karena selama ini, hubungan antara mereka dengan warga asli sudah sangat kondusif,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, interaksi kehidupan antara warga pendatang dan warga asli Papua sudah berjalan lama. Interaksi yang berjalan harmonis itu harus diciptakan kembali agar tidak ada perpecahan.
“Keharmonisan hidup berdampingan antara siapa pun yang tinggal di Bumi Cendrawasih sudah terpupuk dari dulu hingga sekarang. Karenanya, adanya hoaks dan isu rasisme sangat disayangkan terjadi. Jadi jika ada kerusuhan seperti kemarin, maka itu pasti diciptakan oleh pihak lain yang ingin memecah belah,” kata Rizal.
Editor: Maria Christina