Jenderal TNI Ini Pernah Jadi Penjudi gegara Gaji Kecil, Berhenti setelah Istri Minta Temui Soekarno
Kemal Idris yang telah tersadar kemudian mulai mencurahkan perhatian untuk membaca buku mengisi waktu yang kosong. Dia berkeinginan meneruskan studi atas saran teman saya yang menjadi dosen di Seskoad dan Unpar Bandung, bahkan telah diterima di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI).
Lalu suatu hati, sebelum sempat mengikuti kuliah, utusan Soeharto, Kolonel Suwardoyo mendatanginya. Dia mendapat tawaran dari Soeharto yang berpangkat Mayjen dan menjabat Panglima Kostrad, untuk bergabung dengannya.
"Pak Harto menanyakan apakah Pak Kemal bersedia bergabung ke Kostrad untuk menggantikan kedudukan Brigjen Rukman," kata Suwardoyo.
Kemal Idris tidak langsung menerimanya. Dia masih berang karena dulu dia ingin bergabung ke Kostrad, tapi permintaannya ditolak Soeharto. Meski masih menginginkannya, dia juga tidak langsung percaya mendapat tawaran itu.
"Saya merasa khawatir, jangan-jangan permintaan itu hanya isapan jempol saja," ucapnya.