Jejak Prajurit Baret Merah Kopassus di Papua, Dijuluki Bapak Maleo
Dikisahkan, saat itu warga Papua masih banyak tertinggal pembangunannya. Banyak dari mereka yang masih hidup secara tradisional, bahkan ada yang tinggal di hutan sehingga tidak mengetahui keberadaan NKRI.
Alhasil prajurit Kopassus harus memperkenalkan NKRI terlebih dahulu sebelum menanamkan jiwa nasionalisme kepada warga Papua.
Strategi Kopassus pun saat itu harus bisa berbaur dengan masyarakat dengan menggunakan pendekatan adat. Tapi, strategis tersebut bukan hal yang mudah karena kelompok separatis selalu mengintai mereka.
Prajurit Kopassus memahami kunci utama merebut hati warga dengan cara komunikasi yang baik, menyetarakan pandangan, serta menghargai dan menyayangi layaknya manusia.
Letda Gondolpus Borlak merupakan salah satu prajurit yang ditugaskan di Pos Timika, Papua pada 1996 dengan tujuan meraih simpati rakyat Papua dan membangun jaringan informasi di tiap kecamatan.