Dibimbing Master, 40 Pelajar di Papua Latihan Buat Gerabah
Kepala Balai Arkeologi Papua, Gusti Made Sudarmika, mengakui jika dewasa ini generasi milenial terperangkap pada budaya luar akibat perkembangan teknologi. Sementara budaya sendiri seolah tidak diminati.
"Ini yang menjadi tantangan kita, jadi budaya leluhur ini jangan sampai hilang. Jangan tergerak dengan budaya modern," kata Made.
Selain itu gerabah memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dibuat secara tradisional turun temurun dengan menyertakan motif megalitik Situs Tutari membuat Sempe berbeda.
"Ini kalau dikembangkan, akan menjadi ekonomi kreatif yang cukup menjanjikan. Makanya kita berupaya budaya ini tidak hilang dan terus lestari," ujarnya.
Guru pendamping SMPN 6 Jayapura, Robert H Qui, mengapresiasi pelatihan membuat gerabah ini. Sebab para peserta dapat menerapkan langsung materi muatan lokal yang memang sudah dijakarkan di sekolah.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal