600 Prajurit TNI Dikerahkan ke Wilayah Konflik Nduga Papua
Dua lokasi proyek ini sebelumnya ditangani PT Brantas Abipraya dan PT Istaka Karya. Namun pengerjaannya terhenti sejak awal Desember 2018 menyusul insiden pembantaian belasan pekerja PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).
Para prajurit TNI yang dikirim ke Nduga itu diberi target hingga akhir tahun untuk menyelesaikan pembangunan 30 jembatan di ruas jalan Trans Papua yang belum terselesaikan.
"Kami harapkan paling tidak setengah dari proyek ini bisa selesai sampai akhir tahun. Di 2019 ini paling tidak 70-80 persen dari 30 jembatan yang ditargetkan itu dapat selesai. Penugasan ini normalnya selama sembilan bulan, tapi bisa saja dalam perkembangan bertambah satu sampai dua bulan. Yang jelas, kami menargetkan proyek ini harus tuntas apapun ceritanya," kata Binsar.
Dia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Markas Besar (Mabes) TNI di Jakarta serta Kementerian PUPR untuk menambah personel pasukan Zipur yang akan terlibat dalam pembangunan jalan dan jembatan Trans Papua agar progres pembangunan lebih cepat.
Menurutnya, pasukan yang dikirim ke Nduga untuk melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan Trans Papua tidak terlibat dalam pengejaran KKSB.
"Mereka ini khusus untuk bangun jalan dan jembatan. Ada satuan lain yang melakukan pengejaran KKSB. Mereka saat ini sudah ada di wilayah pegunungan," tuturnya.
Editor: Donald Karouw