Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965, Ditandai Gerakan Berdarah PKI
Pancasila dilahirkan pada 1 Juni 1945 dengan Presiden Soekarno sebagai penggalinya. Soekarno sebagai penggali Pancasila tidak pernah menjadikannya sebagai pusaka sakti.
Pancasila lahir secara wajar dan sesuai dengan keadaan objektif saat itu. Namun, dalam perkembangannya pada masa pemerintahan Soekarno, Pancasila mulai diterima oleh bangsa Indonesia sebagai dasar berbangsa dan bernegara.
Sementara di sisi lainnya, pemberontakan kaum reaksioner DI/TII, PRRI/Permesta dan tindakan mereka yang membentuk Dewan Gajah, Dewan Banteng dan sebagainya kemudian mampu dihancurkan dengan dukungan rakyat Indonesia.
Pada masa pemerintahan Soeharto (Orde Baru), film mengenai pembantaian G30S PKI biasanya diputar dan dipertontonkan melalui media televisi nasional. Tujuannya, untuk mengenang kejadian tersebut, bahkan hingga saat ini masih selalu dilaksanakan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti yang berlokasi di lokasi Lubang Buaya.
Setelah melakukan upacara, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata.