Revitalisasi Posyandu: Tangan Dingin Sitti Rohmi dalam Transformasi Kesehatan dan Ketahanan Keluarga di NTB
Transformasi ini memperluas akses layanan kesehatan dan mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Kader Posyandu diberdayakan untuk menjadi agen perubahan, dengan pelatihan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan lebih luas.
Sitti Rohmi Djalilah berperan penting dalam implementasi program ini. Melalui kebijakan dan tindakan nyata, dia mendorong partisipasi masyarakat. Program ini bukan hanya inisiatif kebijakan, tetapi juga gerakan sosial termasuk partisipasi masyarakat dalam menjalaninya.
Pendekatan Sitti Rohmi dalam kampanye tidak terfokus pada program besar saja. Dia lebih kepada mendengarkan aspirasi masyarakat dan memberikan insentif bagi kader posyandu yang mencakup penghargaan atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat. Ini mencerminkan komitmen terhadap peran kader sebagai ujung tombak kesehatan.
Perkembangan Posyandu Keluarga di NTB menunjukkan hasil signifikan. Saat program dicanangkan pada 2019, hanya 14 persen posyandu bertransformasi. Pada 2020, angka ini meningkat menjadi 29,7 persen dan setelah Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2021, jumlah Posyandu Keluarga melonjak menjadi 100 persen. Di semester pertama 2023, sudah ada 7.724 unit Posyandu Keluarga di seluruh NTB.
Peningkatan jumlah ini mencerminkan keberhasilan program dalam menjangkau masyarakat. Posyandu Keluarga memberikan akses layanan dan pendidikan kesehatan, seperti pola makan bergizi dan imunisasi.