Revitalisasi Posyandu: Tangan Dingin Sitti Rohmi dalam Transformasi Kesehatan dan Ketahanan Keluarga di NTB
JAKARTA, iNews.id - Program Posyandu telah hadir di Indonesia selama hampir 49 tahun yang dikenal sebagai Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Posyandu lahir untuk mengatasi tantangan kesehatan masyarakat dengan fokus pada kemandirian dalam memenuhi kebutuhan gizi, penanggulangan diare, imunisasi dan program keluarga berencana.
Posyandu dicanangkan Presiden di Yogyakarta pada tahun 1986 dan program ini semakin diakui sebagai salah satu inisiatif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Namun perkembangan zaman menuntut peninjauan dan pembaruan fungsi Posyandu. Urbanisasi, perubahan iklim dan pola hidup tidak sehat menjadi tantangan yang harus dihadapi sehingga perlu ada revitalisasi agar posyandu tetap relevan.
Awalnya, posyandu berfokus pada tiga kegiatan utama: menimbang berat badan balita, pemberian makanan tambahan dan imunisasi. Kini, pendekatan kesehatan yang holistik dan terintegrasi diperlukan, menjadikan posyandu melayani seluruh kelompok umur dari anak-anak hingga lansia.
Revitalisasi posyandu dimulai pada tahun 2019 saat Sitti Rohmi Djalilah menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB. Program ini bertujuan mengubah posyandu tradisional menjadi posyandu keluarga yang tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi juga seluruh anggota keluarga dalam satu dusun untuk menciptakan sinergi dalam menjaga kesehatan.