Warga Suku Mausu Ane yang Meninggal akibat Kelaparan Kembali Bertambah
Dia mengemukakan, penanganan selanjutnya terhadap warga tergantung hasil identifikasi tim terpadu di lapangan, termasuk masukan dari Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto didampingi Danrem 151/Binaiya Kolonel Inf Christian K Tehuteru yang meninjau pada 26 Juli 2018.
“Pastinya Pemprov Maluku maupun Pemkab Maluku Tengah menginginkan mereka direlokasi. Ini sudah diprogramkan, setelah kebakaran hutan Seram secara besar-besaran pada 2015 dan 2017,” ujarnya.
Lokasi warga suku terasing berada di Dusun Maneo. Jarak tempuhnya 3 jam dengan kendaraan dari Wahai atau 8 jam dari Masohi, ibu kota Maluku Tengah. Perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki 8 jam ke desa terdekat.
Lokasi titik kumpul terdekat ke masyarakat terasing di Kali Toahaku, dengan rute perjalanan dari Polsek Seram Utara, rumah singgah jalan Dusun Soahari. Kali Touhaku dapat ditempuh dengan kendaraan dari Wahai selama 3 jam atau 8 jam dari Masohi.
Sampai saat ini, sebanyak 170 warga suku Mausu juga masih membutuhkan bantuan makanan dan kesehatan. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku, Rosdiana Perau mengungkapkan, Dinkes masih memberikan bantuan dan melakukan pengobatan kepada warga setempat. Kondisi warga sudah membaik. Dinkes Maluku terus memberikan bantuan kesehatan sebagai upaya pemenuhan gizi akibat bencana kelaparan.