Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Warga Suku Mausu Ane yang Meninggal akibat Kelaparan Kembali Bertambah

Sabtu, 28 Juli 2018 - 19:22:00 WIB
Warga Suku Mausu Ane yang Meninggal akibat Kelaparan Kembali Bertambah
Dinkes Maluku memberikan bantuan PMT kepada warga suku Mausu Ane yang mengalami bencana kelaparan di pedalaman hutan Seram, Maluku. (Foto: iNews/Nurdin Tubaka)
Advertisement . Scroll to see content

AMBON, iNews.id – Jumlah korban akibat kelaparan di pedalaman hutan Seram, Gunung Morkele, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, kembali bertambah satu orang. Dengan demikian, sudah ada empat korban warga suku terasing, suku Mause Ane, yang meninggal dunia akibat krisis pangan sejak awal Juli 2018.

Kepala Dinas Sosial Maluku, Sartono Pinning mengatakan, penambahan jumlah korban meninggal diketahui berdasarkan laporan tim terpadu yang dikerahkan ke hutan Seram sejak 25 Juli 2018. Empat korban yang meninggal yakni, Lusirue (50); Asoka (2 bulan); Aiyoma (4 bulan); dan Laupia (60).

Tim medis terpadu saat ini telah menangani ratusan jiwa warga suku terasing yang mengalami krisis pangan karena tanaman mereka diserang hama babi dan tikus. Tim kesehatan merawat warga yang sakit dan memeriksa kesehatan mereka agar korban jiwa tidak bertambah. “Mereka yang meninggal mendapatkan santunan masing-masing Rp15 juta per orang dan diberikan nantinya kepada ahli waris,” kata Sartono, Sabtu (28/7/2018).

Sartono memaparkan, laporan tim terpadu dari Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Sosial Maluku, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Maluku, Dinas Kesehatan Maluku, Kodam XVI/Pattimura, Polda Maluku, dan Pemkab Maluku Tengah yang berada di lokasi menyatakan, korban meninggal dunia karena krisis pangan atau kelaparan.

“Krisis pangan dialami sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) atau 170 jiwa warga di Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah itu, karena hama babi dan tikus menyerang tanaman mereka,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut