Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Rempah-Rempah Maluku, Aroma Kebangsawanan hingga Santapan Para Dewa

Selasa, 08 November 2022 - 14:45:00 WIB
Sejarah Rempah-Rempah Maluku, Aroma Kebangsawanan hingga Santapan Para Dewa
Rempah-rempah Maluku yang punya kisah sejarah panjang di masa lampau dan dikenal sebagai aroma Tuhan. (Foto : Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

Rempah-rempah tidak saja bermanfaat bagi kepentingan ritual kuburan dan orang mati, tetapi juga digunakan untuk melindungi raga/jasad manusia yang masih hidup.

Dalam pola pikir abad pertengahan, rempah-rempah bermakna sama dengan obat-obatan. Ketika rempah-rempah menjadi cita rasa yang populer saat itu, lalu karakteristik dari aromanya mendapat beragama tanggapan. Semua orang sepakat bahwa baunya sensual, rempah-rempah berbau khas surgawi.

Hasrat untuk mendapatkan rempah-rempah dari negeri asalnya mendorong kalangan pemodal besar dan pihak kerajaan Spanyol dan Portugis untuk membiayai Christopher Columbus, Vasco da Gama dan Fernando Magelhans masing-masing dengan armadanya yang cukup besar. Di samping itu, bukan saja pedagang-pedagang Islam yang menguasai jaringan perdagangan rempah-rempah, tetapi juga terlibat di dalamnya pedagang Tiongkok, India, Melayu dan Yahudi.

Memang harus diakui, bahwa selama perjalanan rempah-rempah dari Timur ke Barat, para pedagang perantara yang berbeda budaya dan agama itu akan terus meningkatkan harga, sehingga setelah tiba di Eropa, harganya sudah mencapai 1000% bahkan lebih besar lagi. Dengan biaya semacam itu, timbul aura kemewahan, bahaya, jarak, dan profit yang berlipat ganda. 

Rempah-rempah yang dulu dikenal dengan asap suci yang melambangkan aroma Tuhan. Ditandai dengan pembakaran dupa bersama rempah atau pembalsaman mayat dengan aneka rempah perlahan mulai ditinggalkan oleh agama mayoritas.

Sumber : Jalur Rempah Kemdikbud

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut