Narapidana Muslim di Virginia Kesulitan Jalani Puasa Ramadan di Penjara
WASHINGTON, iNews.id – Narapidana muslim di penjara Negara Bagian Virginia dilarang buka puasa dan sahur selama Ramadan. Berita ini mengundang reaksi berbagai kalangan salah satunya, kelompok hak asasi manusia (HAM) di Amerika Serikat (AS).
Beberapa kelompok HAM lantas mengirim surat kepada gubernur Virginia, jaksa agung, otoritas lembaga pemasyarakatan. Mereka menekankan bahwa setiap napi muslim memiliki hak konstitusi untuk berpuasa tanpa dibatasi.
Mereka juga mendesak pemerintah negara bagian untuk menyelidiki laporan tersebut dan mau menawarkan kerja sama kepada pihak lain untuk menggelar pelatihan bagi para sipir. Di Lembaga Pemasyarakatan Wallens Ridge Virginia, beberapa narapidana muslim diberitahu bahwa tidak semua dari mereka bisa medapatkan makanan untuk berbuka dan sahur.
Staf penjara mengatakan ada terlalu banyak muslim yang masuk dalam daftar Ramadan tahun ini. Penjara menolak beberapa permintaan seluruhnya mendapatkan makanan. Napi yang tidak masuk daftar, tidak akan mendapatkan menerima makanan untuk buka dan sahur.
Disebutkan, penambahan jumlah napi muslim karena banyak dari mereka yang memeluk Islam atau mualaf.