Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hebat Kantor Bupati Bulungan, Sejumlah Ruangan Ludes Dilalap Api
Advertisement . Scroll to see content

Tragedi Runtuhnya Kesultanan Bulungan, Istana Dijarah dan Dibakar Habis

Kamis, 31 Maret 2022 - 10:56:00 WIB
Tragedi Runtuhnya Kesultanan Bulungan, Istana Dijarah dan Dibakar Habis
Kesultanan Bulungan (Foto: Kebudayaan Kemendikbud)
Advertisement . Scroll to see content

Setelah pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Kerajaan Belanda, wilayah Bulungan menerima status sebagai Wilayah Swapraja Bulungan atau "wilayah otonom" di Republik Indonesia pada tahun 1950, yaitu Daerah Istimewa setingkat kabupaten pada tahun 1955. Sultan terakhir, Jalaluddin, meninggal pada tahun 1958. 

Kesultanan Bulungan dihapuskan secara sepihak pada tahun 1964 dalam peristiwa berdarah yang dikenal sebagai Tragedi Bultiken (Bulungan, Tidung, dan Kenyah) dan wilayah Kesultanan Bulungan hanya menjadi kabupaten yang sederhana. 

Adapun, tragedi runtuhnya Kesultanan Bulungan ini dinamai Tragedi Bultiken. Tragedi  pembantaian itu dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia yang dipimpin oleh Letnan B.Simatupang, atas perintah Pangdam IX Mulawarman saat itu yaitu Brigadir Jenderal Suhario terhadap para petinggi dan keluarga kerajaan Kesultanan Bulungan, serta aksi pembakaran istana Bulungan dan penjarahan serta perampasan harta benda milik Kesultanan Bulungan yang juga dilakukan oleh para tentara tersebut.

Tragedi Buktiken ini bermula pada subuh dini hari, Jumat, 3 Juli 1964, ketika pasukan tentara dari satuan tempur Brawijaya 517 tiba-tiba mengepung istana Kesultanan Bulungan, dan berakhir setelah Istana Bulungan yang bertingkat dua habis dibakar oleh para tentara tersebut. Aksi itu berlangsung  selama dua hari dua malam hingga rata dengan tanah pada hari Jumat, 24 Juli 1964.

Namun, ada museum Kesultanan Bulungan yang dibangun oleh pemerintah di lokasi di mana dulu terdapat Istana Kesultanan Bulungan. Museum ini masih menyimpan sebagian benda-benda peninggalan dari Kesultanan Bulungan dahulu yang masih bisa diselamatkan. 

Di dalam museum ini juga terdapat replika dari singgasana Kesultanan Bulungan pada saat masih berdiri. Di halaman depan museum juga terdapat meriam sebagai peninggalan Kesultanan Bulungan dahulu. Demikianlah tragedi runtuhnya Kesultanan Bulungan.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut