Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ayah Kandung Penganiaya Balita di Padang Ditangkap, Polisi Ungkap Dipicu Sabu
Advertisement . Scroll to see content

Pernikahan Dini di Kalsel Masih Tinggi, Pemprov: Faktor Budaya Masih Miliki Pengaruh

Sabtu, 12 September 2020 - 10:03:00 WIB
Pernikahan Dini di Kalsel Masih Tinggi, Pemprov: Faktor Budaya Masih Miliki Pengaruh
Pemerintah Kabupaten Bogor mengizinkan warga menggelar resepsi pernikahan meski PSBB diperpanjang (foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Dikatakan Husnul, DPPPA Kalsel melalui Balitbangda Kalsel tengah mengkaji atau meneliti lebih lanjut penyebab tingginya angka perkawinan anak di Kalsel. Berdasarkan data BPS tahun 2019, Kalsel menduduki peringkat pertama perkawinan usia dini di Indonesia.

”Untuk data di tahun 2020 belum update dan biasanya data dikeluarkan di akhir tahun atau di awal tahun. Kalau kita melihat kondisi dan budaya yang ada di Kalimantan Selatan, faktor budaya masih memiliki pengaruh (perkawinan dini) di masyarakat. Selain itu, faktor ekonomi dan pendidikan juga berpengaruh,” kata Husnul.

Mengingat perkawinan dini menimbulkan berbagai dampak seperti kesehatan reproduksi serta pelanggaran hak anak untuk tumbuh dan berkembang, DPPPA Kalsel berkomitmen untuk terus memberikan sosialisai, edukasi, dan advokasi dengan melibatkan stakeholder terkait.

“Perkawinan dini menyebabkan rentannya kematian ibu melahirkan dan bayi lahir, infeksi organ reproduksi, KDRT, putus sekolah, rendahnya kualitas keluarga, dan terhambatnya cita-cita," katanya.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut