Penyerang Polsek Daha Selatan Diduga Tidak Sendiri
BANJARBARU, iNews.id - Penyerang Polsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), diduga tidak sendiri dalam merencanakan aksinya. Saat ini polisi memeriksa beberapa orang yang diduga ikut membantu pelaku merencanakan aksi teror.
“Ada beberapa rekan dari pelaku yang kini diperiksa polisi. Dari keterangan kepada polisi, mereka mengarah memberikan bantuan kepada pelaku dalam perencanaan aksi. Memang saat melancarkan aksinya, pelaku sendiri,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, di ruang VIP Room Bandara Syamsudin Noor, Sabtu (6/6/2020) sore.
Menurut Boy Rafli, ada sekitar empat atau lima orang rekan pelaku yang kini menjalani pemeriksaan oleh polisi. Pelaku bersama rekannya, menurut Boy Rafli mengarah kepada jaringan terorisme.
Boy Rafli bersama rombongan sebelumnya berkunjung ke Polsek Daha Selatan yang diserang pelaku teror, pada Senin (1/6/2020) dini hari. Dalam aksi penyerangan kantor polisi itu, seorang anggota polisi yang sedang piket, Bripka (Anumerta) Leo Nardo Latupapua l tewas diserang pelaku yang menggunakan samurai. Sementara pelaku, Abdurahman (20), tewas ditembak polisi.
Usai ke Polsek Daha Selatan dan menemui keluarga korban, Boy Rafli menyempatkan bertemu dengan sejumlah ulama di Kalsel. Dalam pertemuan tersebut, Boy Rafli mengajak para ulama untuk mencegah kembalinya aksi terorisme seperti di Polsek Daha Selatan.