Pakar Minta Pemkot Banjarmasin Tunda Belajar Tatap Muka di Sekolah
Ketika pengambilan sampel tes sangat kecil, maka hasilnya tidak dapat menggambarkan kondisi riil. Konsekuensi kecilnya jumlah sampel adalah angka positive rate menjadi sangat tinggi.
"Berdasarkan kajian yang saya lakukan terhadap perkembangan data kasus baru dan jumlah sampel harian baik pada level nasional dan di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Terdapat indikasi penurunan jumlah kasus baru positif karena turunnya jumlah sampel tes bukan karena pandemi sudah terkendali," katanya.
Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, untuk Kota Banjarmasin puncak jumlah sampel tes yang diambil terjadi pada bulan Juli yaitu rata-rata sekitar 759 sampel per minggunya. Kemudian turun menjadi 287 per minggu pada bulan Agustus dan 157 per minggunya di bulan September.
Sementara jumlah kasus baru per minggu di bulan Agustus turun menjadi 138 kasus dari semula 229 kasus pada bulan Juli. Sedangkan pada bulan September rata-rata kasus baru per minggu turun lagi menjadi 103 kasus.
"Data ini mengindikasikan penurunan kasus di Banjarmasin terkait dengan turunnya pengambilan sampel tes, bukan karena pandemi telah terkendali," katanya.