Gelar Ramah Tamah, Pj Bupati HSU Sambut Kedatangan Yayasan Adipati Danuraja
Masa kekuasaan Adipati Danu Raja terekam dalam catatan sejarah, termasuk Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Batavia), Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Batavia) (1860). Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap dan referensi lainnya menyebut nama asli adalah Jenal, dan versi lainnya lebih lengkap Anang Jainal Abidin.
Dari keturunan Adipati Danu Raja terdapat dua tiga nama yang mewarisi kekuasaannya, yakni Kiai Temenggung Mangkunata Kusuma, Raden Ngabehi Warga Kesoema, dan Haji Temenggung Kasuma Juda Negara. Hingga Adipati Danu Raja wafat pada 9 November 1861.
Sedangkan dari garis keturunan, Adipati Danu Raja merupakan putra pasangan Kiai Ngabehi Jaya Negara (Pambakal Karim) dan Aluh Ungka.
Jadi para keturunan Datu Kabul (Datu Sepuluh) yang merupakan orang-orang berjasa di era Kesultanan Banjar ini dihimpun kembali di bawah Yayasan Adipati Danu Raja.
Editor: Anindita Trinoviana