Berbulan-bulan Tutup, Pengusaha Warkop di Pontianak Berharap New Normal Segera Dimulai
"Kami lebih ingin ada protokol kesehatan yang ketat di warung daripada tidak ada operasional sama sekali," ujarnya.
Yudi menuturkan, pengusaha warkop siap menerapkan protokol kesehatan seperti mewajibkan pengunjung pakai masker, dan mengatur jarak tempat duduk.
"Daripada kita tidak buka sama sekali. Karena biaya sewa tempat, cicilan kredit, dan pengeluaran kami jalan terus. Sementara pemasukan tidak ada. Kami siap diawasi,” ujarnya.
Sebagai kota berjuluk kota seribu warung kopi, sumber pendapatan asli daerah Pontianak dari warung kopi sangat signifikan.
Berdasarkan data Pemkot Pontianak, pajak restoran di mana usaha kafe dan warung kopi masuk di dalam kategori itu, ditargetkan menyumbang lebih dari Rp70 miliar per tahun atau sekitar Rp5,83 miliar per bulan.
Editor: Reza Yunanto