BBPOM Kalbar Temukan Bahan Kimia Obat Herbal yang Diklaim Mampu Sembuhkan Corona
Sebelumnya, BBPOM Kalbar, Rabu (15/4), menyita ribuan kapsul obat atau jamu Formav-D yang diklaim mampu menyembuhkan Covid-19 untuk diteliti khasiat dan efeknya, dan diketahui milik FL.
"Dalam hal obat, sebenarnya tidak hanya mengobati saja, tetapi perlu juga diketahui apakah obat itu ada efek samping atau tidak, hal itulah yang diteliti oleh BBPOM," ujar Plt BBPOM Kalbar itu pula.
Sebelunnya, FL penemu obat atau jamu racikan Formav-D menyatakan, silakan saja BBPOM Kalbar meneliti obat yang diraciknya, salah satunya Formav-D yang sudah 10 tahun ini membantu masyarakat dalam mengobati sakit DBD (demam berdarah dengue), tifus, dan saat ini juga bisa mengobati CovidD-19.
Dia juga yakin, obat atau sejenis jamu racikannya itu tidak berbahaya, karena sudah hampir sepuluh tahun ini tidak ada keluhan, dan memang bahan bakunya juga banyak dijual di pasaran.
"Apalagi dalam hal ini, saya memang berniat membantu masyarakat untuk mengobati sakit DBD misalnya, dan bukan untuk dipasarkan," ujarnya lagi.
Menurut FL, selama ini masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya sudah mengenal Formav-D untuk menyembuhkan pasien DBD dan tifus khususnya.
FL menemukan formulasi untuk Formav-D pada tahun 2006 secara tak sengaja. Pada tahun 2010, semakin banyak yang mengetahui Formav-D terutama untuk penyakit DBD dan tifus.
Editor: Kastolani Marzuki