Webinar iNews, Ini Alasan PSBB Malang Raya Hanya Berlangsung 1 Tahap
“Kami ini (tiga kepala daerah) bertemu rutin. Menentukan dan merumuskan hal-hal di Malang Raya. Alhamdulillah irisannya sama. Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Hal ini yang mungkin tidak terjadi di daerah lain,” katanya.
Aturan yang seragam tersebut kata Sutiaji tidak hanya soal pembatasan mobilitas masyarakat, tetapi juga saat penanganan sosial warga terdampak corona. Karena itu, saat PSBB berjalan, penataan relatif lebih mudah.
“Ketika tiga daerah ini membuat aturan sama, maka implementasinya semakin mudah. Ini juga berlaku saat kami membuat aturan tentang mahasiswa yang tidak pulang karena pandemi. Kami semua berkoordinasi dengan perguruan tinggi,” katanya.
Pengamat Kesehatan Universitas Airlangga (Unair) Atik Choirul Hidajah mengatakan, PSBB memang tidak mudah. Karenanya butuh persiapan dengan baik. “Contohnya Surabaya Raya. Karena persiapan kurang, sehingga perlu effort luar biasa,” katanya.
Atik menjelaskan, untuk menghentikan wabah yang belum ada obat seperti corona, jalan satu-satunya hanyalah memutus rantai penyebaran. “PSBB ini salah satunya. Agar berjalan baik, harus dilakukan persiapan dengan baik,” katanya.
Diketahui Webinar iNews ini menghadikan empat pembicara, antara lain Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak; Pengamat Kesehatan Unair Atik Choirul Hidajah; Wali Kota Malang Sutiaji; serta Pengamat Sosial Universitas Brawijaya Rahmat Kriyantono.
Editor: Ihya Ulumuddin