Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kadis ESDM Jatim Ditahan Kasus Pungli Izin Tambang, Ini Reaksi Khofifah
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Virus Korona, Khofifah dan Forkopimda Jatim Pantau Kesiapan RS Unair

Minggu, 15 Maret 2020 - 03:01:00 WIB
Waspada Virus Korona, Khofifah dan Forkopimda Jatim Pantau Kesiapan RS Unair
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memantau kesiapsiagaan petugas dan fasilitas Tropical Desease Center (TDC) atau Lembaga Penyakit Tropis (LPT) medis di RS Unair Surabaya, Sabtu (14/3/2020). (Foto: iNews.id/Pemprov Jatim)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam poli khusus tersebut, terdapat para dokter dan perawat yang akan terlebih dahulu memeriksa suhu tubuh dan cek kesehatan dari masyarakat guna mendapatkan hasil pemeriksaan. Kemudian, rombongan Gubernur menuju Crisis Center untuk melihat pelayanan pasien yang dalam pengawasan terindikasi virus korona.

Ditemui seusai melakukan kunjungan ke RS Unair, Khofifah menyampaikan rasa bangganya atas keberadaan TDC milik Unair yang telah diakui oleh pemerintah pusat bahkan oleh dunia.

“Hadirnya TDC menunjukkan bahwa Tim Unair sudah menunjukkan kelasnya yang diakui oleh dunia. Kami menyampaikan apresiasi atas prestasi tim TDC Unair ini,” ujar Khofifah.

Direktur RS Unair Nasronudin mengatakan, RS Unair menyiapkan SDM khusus untuk perawatan pasien suspect korona. RS Unair juga menyiapkan fasilitas kepada masyarakat yang memerlukan layanan melalui poli khusus yang letaknya berada di samping IGD.

Di poli khusus itulah, nantinya masyarakat akan di-screening guna menentukan status apakah ada masyarakat yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Untuk melihat hasilnya, kalau ada infeksi paru berat maka pasien bisa langsung masuk (PDP) dan harus dimasukkan ruang isolasi. Kalau hasilnya negatif, pasien akan ditawarkan bisa diobservasi di rumah atau di rumah sakit sambil menunggu hasil pemeriksaan lab lainnya. Sampai saat ini, terdapat 20 orang yang memeriksakan diri secara mandiri.

“Kepanikan serta kegaduhan biasanya dikarenakan kurangnya informasi di masyarakat. Ketenangan dan proteksi terhadap diri sendiri menjadi kata kunci tidak tersebarnya virus korona ini,” katanya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut