Warga Keluhkan Layanan PDAM, Bupati Gresik Malah Sepakat Naikkan Tarif
Keluhan tantang layanan PDAM Gresik tak didengarkan. Dalam dengar pendapat publik (public hearing) menyoal penyesuaian tarif air minum PDAM yang berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Sambari Halim selaku bupati tetap menyepakati kenaikan tarif.
"Saya jamin sampai saat ini harga air PDAM Gresik lebih murah dari kabupaten dan kota manapun di Jawa Timur," ujar Bupati Sambari kepada masyarakat yang hadir.
Sambari juga mengatakan, kekurangan biaya produksi akan ditalangi manajemen PDAM. Semula Direktur PDAM Muhammad menawarkan adanya pembagian harga mulai dari golongan I sebesar Rp1.600 per meter kubik dan golongan II sebesar Rp1.800 per meter kubik. Tarif itu mengikuti ongkos produksi air sebesar Rp4.675 per meter kubik.
Namun, kata dia, saat ini produksi air PDAM Gresik sebesar 1.280 liter per detik. Jumlah ini masih sekitar 27 persen dari jumlah kebutuhan masyarakat.
"Saya yakinkan, ke depan tidak akan ada krisis air di Gresik. Selain ada teken kontrak dengan Proyek Umbulan. Kami juga punya tandon raksasa di Bendung Gerak Sidomukti dengan cadangan air sebesar 10 juta meter kubik. Kalau semuanya sudah selesai, maka Gresik tak akan kekurangan air," ungkapnya.
Editor: Achmad Syukron Fadillah