Wabup Trenggalek Menghilang, Soekarwo Bantah Ada Tekanan Politik
SURABAYA, iNews.id - Klaim adanya tekanan politik di balik kepergian Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin (Ipin) dibantah Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo. Orang nomor satu di Jatim ini enggan mencari kambing hitam, dan memandang persoalan Ipin sesuai fakta.
"Tekanan politik apa. Onok-onok wae (ada-ada saja). Wong dilantik (jadi bupati) saja belum," katanya, Selasa (22/1/2019).
Soekarwo menjelaskan, pergantian wakil bupati sudah ada aturaanya. Antara lain, yang mengusulkan adalah partai pengusung. Karenanya, hal itu tidak perlu diperdebatkan. "Itu (pergantian wakil bupati) sudah ada aturannya. Belum ada proses ke sana," katanya.
Karena itu, Soekarwo tidak melihat ada unsur politis dalam kasus "menghilangnya" Ipin ini. Sebaliknya, hal itu murni pelanggaran aturan. Kepala daerah tidak boleh meninggalkan tugas lebih dari satu minggu tanpa keterangan (izin).
"Jadi ini alasannya melanggar peraturan perundang-undangan gitu saja. Kalau ada tekanan, ya karena Undang-undang. Dia pergi tanpa izin," ucap politisi Partai Demokrat ini.