Usai Dioperasi, Kondisi Polisi Korban Penyerangan di Polsek Wonokromo Membaik
Sedangkan kondisi Briptu Henri yang ikut terkena pukulan celurit hanya mengalami luka lebam. “Anggota kita satunya lagi (Briptu Henri) tidak apa-apa, hanya luka lebam saja kena pukul gagang celurit,” katanya.
Dari rekaman CCTV diketahui, sebelum menyerang anggota SPKT Polsek Wonokromo, tampak pelaku awalnya duduk dan berpura-pura membuat laporan yang diterima Aiptu Agus Sumarsono.
Sejurus kemudian tangannya membuka tas yang dibawanya dan langsung berdiri dengan memegang parang. Dia mengayunkan parang untuk menebas ke arah leher. Aiptu Agus refleks mundur dan menghindar.
Pelaku Imam Mustofa selanjutnya berdiri dan melompat meja yang memisahkan mereka. Dia secara brutal kembali menyerang dengan parang. Terlihat setidaknya ada lima kali sabetan yang diarahkan namun Aiptu Agus tak gentar. Dalam rekaman CCTV dia tampak tak mundur sedikit pun, namun berupaya melumpuhkan pelaku yang memegang senjata tajam.
Keduanya bergelut dalam jarak dekat hingga akhirnya Aiptu Agus mampu menjatuhkan pelaku. Tak lama dua rekan polisi lainnya datang.
Aiptu Agus kemudian merebut parang dan mendirikan pelaku dengan merangkulnya. Tak disangka, ternyata dari balik pakaiannya, pelaku masih menyimpan clurit. Dia kembali mencabut dan kembali menyerang Aiptu Agus.
Tak menyadari adanya senjata lain, Aiptu Agus terkena beberapa tebasan pelaku secara brutal. Pelaku berhasil melepaskan diri dan naik ke meja kemudian melompat menyerang anggota lainnya Briptu Henri.
Editor: Kastolani Marzuki