Trauma dengan Prabowo, La Nyalla Putar Haluan Dukung Jokowi
Sebaliknya dengan Prabowo, La Nyalla mengaku hanya dimanfaatkan. Dia juga tidak pernah dapat bantuan sepeserpun. Dia memberi contoh perjuangannya menjadi Ketua Umum PSSI, hingga diturunkan dari jabatan tersebut. Semua itu, hasil jerih payahnya. Demikian pula, saat La Nyalla dikriminalisasi, juga tidak ada yang membantu.
"Bantu apa, satu sen pun tak pernah dibantu Prabowo. Kalau bebas, tidak ada urusannya dengan Prabowo, apalagi sampai membantu. Saya bukan dendam sama Prabowo, tapi ingin menampakkan kepada masyarakat dan umat Indonesia, itulah Prabowo yang sebenarnya," bebernya.
Selain itu, La Nyalla mendukung Jokowi, lantaran capres nomor urut 01 itu didukung oleh ulama. Calon wakil presiden yang dipilih Jokowi, KH Ma’ruf Amin merupakan ulama besar. "Kiai Ma’ruf itu, mbahnya ulama. Kalau Prabowo didukung siapa. Jangan hanya gara-gara dendamnya kepada Jokowi, terus bawa umat Islam," ujarnya.
Karena itu, dia mengimbau agar teman-temannya mendukung Jokowi. "Percuma kalau cuma dukung mendukung. Lebih baik dukung Jokowi sekalian. Jangan pula jadi oposisi. Sekarang saya sadar, jadi oposisi cuma dimanfaatkan. Hanya karena Prabowo saja, saya jadi oposisi. Dulu, jadi ketua PP, HIPMI dan pengurus Kadin tak pernah jadi oposisi,” ucapnya.
Sebagai langkah konkrit mendukung Jokowi, La Nyalla mengaku telah berkeliling ke Jatim mengkampanyekan Jokowi. "Saya keliling Jatim itu membawa nama Jokowi. Kita membantu supaya suara Jokowi mencapai 80% di Jatim. Bukannya mendahului yang di atas, tapi berusaha dan saya yakin. Paling dapat suara jelek 73%," katanya.
Editor: Himas Puspito Putra