Transaksi Pelaku Usaha saat Misi Dagang Provinsi Jatim di Riau Tembus Rp362 Miliar
Menurut Khofifah, saat ini Jatim memang banyak menyuplai daging sapi ke Riau. Namun, ke depan bentuk business matching ini bukan hanya yang berhubungan dengan logistik saja, melainkan juga dalam bentuk pelatihan dan permberdayaan.
Dia mencontohkan, peternak sapi Riau yang tertarik untuk membudidayakan sapi supaya lebih masif, bisa bekerja sama dengan Jatim. Sebab, Jatim memiliki petugas inseminasi buatan dan pemeriksa kebuntingan serta didukung Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementerian Pertanian di Singosari, Malang. Dengan begitu, Jatim juga akan mengurangi suplai daging sapi ke sini.
Di sektor pertanian, bibit cabai dari Jatim juga banyak diminati Riau. Kemudian, dolomit yang banyak diminati sebagai pupuk lantaran Riau memiliki jutaan hektare lahan perkebunan sawit. Berdasarkan data dari Sekdaprov Riau, di sini lahan sawitnya mencapai 3,4 juta hektare.
“Jadi ini area yang sangat besar kebutuhan dolomitnya. Sementara kita punya deposit dolomit cukup besar dan kandungan magnesiumnya signifkan, maka ini pentingnya kita menemukenalkan potensi dan kebutuhan antardaerah,” kata Khofifah.
Saat ini, antardaerah memiliki interpendensi atau saling ketergantungan satu dengan yang lain. Karena itu, setiap daerah membutuhkan strong partnership agar perekonomiannya bisa tumbuh.