Tradisi Jemur Gabah di Jalan Aspal Panas Magetan, Kearifan Lokal yang Masih Bertahan
SURABAYA, iNews.id - Masyarakat petani di Magetan punya kebiasaan unik saat musim panen tiba, yakni menjemur gabah di jalan aspal yang panas. Saat itu, jalanan aspal di perkampungan berganti menjadi hamparan gabah yang luas.
Pemandangan ini tentu membingungkan pengguna jalan, terutama mereka yang tidak mengetahui kebiasaan itu. Sebab, biasanya, jemuran gabah menutupi semua permukaan aspal.
Mereka yang takut mengotori gabah bisa jadi akan putar balik dan batal melintas. Meski tak jarang juga yang tetap menerabasnya.
Lalu apa alasan petani menjemur gabah dengan cara seperti itu?.
1. Mempercepat Pengeringan
Para petani umumnya masih memroses hasil panen panen secara konvensional. Setelah diambil dari sawah, gabah tersebut akan segera dikeringkan hingga menjadi gabah siap giling (kadar air 14 persen). Caranya yakni mengeringkan gabah di bawah sinar matahari.
Cara tradisional ini dipakai karena para petani tidak memiliki mesin pengering. Karena itu mereka rela berpanas-panas di atas aspal untuk mendapatkan hasil gabah kering berkualitas.