Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi Jemur Gabah di Jalan Aspal Panas Magetan, Kearifan Lokal yang Masih Bertahan 

Jumat, 03 Februari 2023 - 19:22:00 WIB
Tradisi Jemur Gabah di Jalan Aspal Panas Magetan, Kearifan Lokal yang Masih Bertahan 
Pemotor melintas di atas jemuran gabah di atas jalan aspal Magetan. (Foto: IG @sukijan).
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Masyarakat petani di Magetan punya kebiasaan unik saat musim panen tiba, yakni menjemur gabah di jalan aspal yang panas. Saat itu, jalanan aspal di perkampungan berganti menjadi hamparan gabah yang luas. 

Pemandangan ini tentu membingungkan pengguna jalan, terutama mereka yang tidak mengetahui kebiasaan itu. Sebab, biasanya, jemuran gabah menutupi semua permukaan aspal. 

Mereka yang takut mengotori gabah bisa jadi akan putar balik dan batal melintas. Meski tak jarang juga yang tetap menerabasnya. 

Lalu apa alasan petani menjemur gabah dengan cara seperti itu?. 

1. Mempercepat Pengeringan 

Para petani umumnya masih memroses hasil panen panen secara konvensional. Setelah diambil dari sawah, gabah tersebut akan segera dikeringkan hingga menjadi gabah siap giling (kadar air 14 persen). Caranya yakni mengeringkan gabah di bawah sinar matahari. 

Cara tradisional ini dipakai karena para petani tidak memiliki mesin pengering. Karena itu mereka rela berpanas-panas di atas aspal untuk mendapatkan hasil gabah kering berkualitas. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut