Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: Kita Punya Cita-Cita Tinggi RI Jadi Negara Maju, tapi Juga Realistis
Advertisement . Scroll to see content

6 Negara Maju yang Mayoritas Penduduknya Ateis, Nomor 4 Bolehkan Pernikahan Sesama Jenis, Prostitusi dan Suntik Mati

Jumat, 03 Februari 2023 - 18:32:00 WIB
6 Negara Maju yang Mayoritas Penduduknya Ateis, Nomor 4 Bolehkan Pernikahan Sesama Jenis, Prostitusi dan Suntik Mati
Deretan negara-negara maju yang mayoritas penduduknya ateis , Belanda (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Deretan negara-negara maju yang mayoritas penduduknya ateis atau tidak beragama. Banyak alasan mengapa mereka memilih untuk menjadi ateis.

Ateisme merupakan salah satu pandangan dalam filosofis yang menyatakan bahwa mereka tidak percaya dengan kehadiran Tuhan.

Berikut enam negara maju yang mayoritas penduduknya ateis atau tidak percaya keberadaan Tuhan, seperti dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (3/1/2023).

1. China

China adalah  negara yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi sekaligus penganut ateis terbanyak di dunia. Berdasarkan hasil survei dan data dari World Population Review 2021, total ateis di Negeri Tirai Bambu ini sebesar 91%. Dari jumlah itu, hampir 67% menyatakan yakin ateis, sisanya mengklaim nonreligius. 

Melansir hrw.org, China secara resmi memang negara ateis, di mana anggota Partai Komunis dilarang mempercayai atau mempraktikkan keyakinan apa pun. Hal itu karena adanya kekhawatiran bahwa agama dapat berfungsi sebagai alternatif komunisme yang dapat merusak loyalitas kepada pemerintah.

2. Jepang

Jepang menempati posisi kedua sebagai negara penganut ateis terbanyak. Diketahui, jumlah ateis di Negeri Sakura ini sebesar 86%, dengan 29% di antaranya yakni ateis. Menurut sejarah, agama di Jepang secara historis berpusat di sekitar Shintoisme. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut