Susuri Sungai Wonorejo, Machfud Arifin Prihatin Lihat Limbah dan Sedimentasi Makin Parah
Air yang tercemar juga akan membuat repot para petambak yang ada di kawasan Pamurbaya. Sebab, mereka mengandalkan air dari kawasan pantai untuk tambak mereka. Pembibitan sulit dilakukan, demikian juga dengan pembiakan ikannya.
Menurut Machfud Arifin, endapan lumpur yang tidak dikeruk juga membuat sungai dangkal. Akibatnya, ekosistem air yang ada di sana tidak bisa berjalan dengan semestinya. Kondisi itu sudah didiskusikannya bersama warga setempat.
”Mulai dari petambak, nelayan, maupun mereka yang menjadi korban areal konservasi yang dikelola tidak memperhatikan warga. Saya dan Pak Mujiaman akan menangani semua permasalahan ini, bila nanti mendapatkan amanah menjadi wali kota,” katanya.
Sungai Wonorejo yang bermuara di Pamurbaya memang salah satu sungai yang kondisi pencemarannya sangat buruk di Surabaya. Sungai sering kali berubah wujud menjadi lautan buih karena limbah rumah tangga ratusan ribu warga di kawasan Rungkut langsung dibuang ke sungai tanpa pengelolaan. Situasi yang terjadi sudah sangat lama dan tanpa solusi itulah yang nantinya akan dibenahi Machfud Arifin dan wakilnya Mujiaman jika terpilih di Pilwalkot Surabaya.
Menurut Machfud Arifin, Mujiaman yang lulusan Teknik Kimia ITS dan puluhan tahun bekerja di perusahaan air Jepang dan Amerika Serikat, punya pengalaman dan kemampuan untuk mengatasinya.
Editor: Maria Christina