Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sengketa Tanah di Masa Majapahit, Ketika Pejabat Istana Kalah Gugatan Lawan Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:27:00 WIB
Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta
Ilustrasi wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit di masa kejayaannya. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

Wikramawarddhana memerintah selama 12 tahun hingga 1400 M sebelum mengundurkan diri dan menyerahkan tahta kepada anaknya, Suhita.

Menurut kitab Pararaton, Suhita adalah anak kedua, karena putra makhota pertamanya Bhre Tumapěl wafat lebih dahulu pada 1399 M.

Pengangkatan Suhita menimbulkan konflik internal. Perselisihan terjadi antara keturunan Wikramawarddhana dan Bhre Wirabhūmi, putra Hayam Wuruk dari seorang selir. Meski tidak berhak atas tahta, Bhre Wirabhūmi menolak pengangkatan Suhita karena sebelumnya dia sudah diberi kuasa atas wilayah Blambangan.

Kerajaan Majapahit menjadi bukti kejayaan nusantara pada abad ke-14. Meski akhirnya runtuh akibat konflik internal dan perebutan kekuasaan, peninggalannya tetap dikenang sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Keruntuhan Kerajaan Majapahit memberi pelajaran penting tentang bagaimana perebutan kekuasaan dan konflik internal bisa melemahkan kejayaan sebuah kerajaan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut