Saat ditanya jaksa apakah dia mengetahui jumlah korban yang meninggal atau terluka, Eka menjawab tidak tahu. Dia mengetahui ratusan korban meninggal setelah mendapatkan kabar beberapa saat kemudian. “Karena waktu itu kita konsentrasi untuk melakukan evakuasi saja," kata Eka.
Dalam laga yang berujung banyaknya korban jiwa, Eka bertugas membantu steward saat laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022 untuk menggeledah barang bawaan dan memeriksa tiket penonton sebelum masuk stadion.
Sebelum melakukan pengamanan, Eka bersama petugas lainnya mendapat pengarahan dari Kapolres Malang saat itu, AKBP Ferli Hidayat. Kapolres meminta anggota untuk melakukan pemeriksaan terhadap suporter, utamanya yang tidak memakai atribut. Sebab, dikhawatirkan ada suporter lain yang menyusup. “Dalam pengarahan itu, seluruh personel yang bertugas diminta tidak membawa senjata api,” ujarnya.
Eka tidak membantah jika ada anggota yang membawa senjata gas airmata atau gas gun. Pembawa gas gun biasanya anggota Brimob. Setelah mendapat pengarahan, kira-kira pukul 20.00 WIB, pertandingan baru dimulai. Penonton berjubel memasuki stadion. “Hingga jeda babak pertama pukul 21.00 WIB, masih terlihat ada penonton yang hendak memasuki stadion,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, panitia bagian tiket pun melakukan buka tutup pintu, meski stadion sudah diperkirakannya penuh. Artinya, penonton sudah berada di area tangga.