Ruilslag Bermasalah, Warga Medokan Tagih Tanah Makam ke Risma
SURABAYA, iNews.id – Puluhan warga Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), berunjuk rasa di depan Gedung Balaikota, Rabu (13/3/2019). Mereka menuntut kejelasan tanah kas desa yang diruilslag oleh Pemkot untuk perluasan Makam Keputih.
Menurut warga yang didampingi lembaga anti korupsi ECJWO (East Java Corruption and Judicial Watch Organisation) Jatim, tanah seluas 6,1 hektare (ha) di kawasan Keputih, tiba-tiba berganti kepemilikan. Padahal, sesuai janji Pemkot Surabaya, tanah tersebut untuk perluasan Makam Keputih.
“Kok bisa status tanah itu tiba-tiba berganti atas nama seseorang dan sekarang kembali lagi atasnama Pemkot Surabaya. Apa ini rekayasa? Padahal tanah itu akan dipergunakan untuk makam, tapi di mana sekarang makam,” kata Ketua ECJWO Jatim, Miko Saleh, Rabu (13/3/2019).
Miko mengatakan, rencana pembangunan makam di tanah bekas kas desa itu telah disepakati Pemkot Surabaya. Klausul tersebut juga tertuang dalam kesepakatan saat proses tukar guling.
“Kenapa kami dibohongi. Dikemanakan tanah kami. Kami sadar dan sabar kalau kami ini masyarakat kecil. Kami sudah bersurat kepada Pemkot rapi kenapa tanah kami diabaikan,” katanya.