Ricuh Demo Tolak UU TNI di Malang, 6 Orang Ditangkap 6 Hilang Kontak
"Ini kami masih mendampingi proses BAP di Polresta (Malang Kota)," katanya.
Selain enam pendemo yang ditangkap, enam orang sementara hilang kontak atau belum diketahui kabarnya usai bentrokan. Para pendemo ini mayoritas didominasi mahasiswa dan alumni SMA yang masuk datanya ke LBH Pos Malang.
"Untuk yang hilang kontak sementara enam orang sampai malam ini. Yang luka-luka lima orang, mayoritas luka-luka akibat pukulan," ucapnya.
Selain itu, ada sebanyak tujuh motor dari demonstran yang terparkir di parkiran kawasan Bundaran Tugu Malang diamankan polisi. Motor itu dibawa ke Mapolresta Malang Kota untuk proses lebih lanjut.
"Tujuh motor yang terparkir diamankan, ada Honda beat warna putih, Honda Beat warna abu-abu, Mio putih hingga Vario putih," katanya.
Sebelumnya diberitakan, demo menolak pengesahan UU TNI di Kota Malang berakhir rusuh. Massa berunjuk rasa sejak pukul 16.00 WIB dan berlangsung memanas menjelang buka puasa.
Puncaknya kericuhan pecah pukul 18.15 WIB. Massa melemparkan beberapa benda, petasan hingga bom molotov ke area dalam gedung. Massa juga membakar dua bangunan di sisi timur yang terpisah dari bangunan utama.
Massa pun dibubarkan paksa oleh polisi dan TNI yang berjaga dengan menyemprotkan gas air mata. Massa berlarian ke kawasan timur DPRD Kota Malang atau ke arah Jalan Kahuripan dan Jalan Suropati.
Editor: Donald Karouw